Clarotta Education
1 view | +0 today
Follow
Clarotta Education
Fisika Tak Berhingga
Your new post is loading...
Your new post is loading...
Rescooped by Arendra Unggul Clarotta from Geography Education
Scoop.it!

Opinion: Geography lessons make a world of difference in education

Opinion: Geography lessons make a world of difference in education | Clarotta Education | Scoop.it
To meet workforce needs, scholarships must be available to support the best and brightest students who choose to pursue undergraduate and graduate degrees in geography

Via Seth Dixon
more...
Lulu Farah's comment, May 8, 2013 1:21 PM
Very true. Without Geography the world would be that much darker.
Mary Patrick Schoettinger's curator insight, May 9, 2013 8:26 AM

Many suggest that's those who want more geography education should be satisfied that it is one of the tiers of social studies. But we have seen even social studies be cut to half a year in our elementary schools. How can we build the necessary geographic, civic, economic, and history foundations in such short amount of time? Even now, as we access our news, it daily becomes more apparent how important these studies are.

Francisco Javier 's curator insight, May 12, 2013 8:50 PM

Opinion: Geography lessons make a world of difference in education | @scoopit via @APHumanGeog http://sco.lt/...

Scooped by Arendra Unggul Clarotta
Scoop.it!

Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni

Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni | Clarotta Education | Scoop.it
Arendra Unggul Clarotta's insight:

"Penemuan planet-planet berbatu di zona layak huni itu membawa kita sedikit lebih dekat untuk menemukan tempat seperti rumah. Ini hanya masalah waktu sebelum kita mengetahui apakah galaksi adalah rumah bagi banyak planet seperti Bumi, ataukah kita memang langka."

Misi Kepler NASA telah menemukan dua sistem planet yang menjadi tempat bagi tiga planet berukuran super-Bumi dalam “zona layak huni”, zona di mana kisaran jaraknya dari bintang memungkinkan planet yang mengorbit berpeluang menyimpan zat cair.

Sistem Kepler-62 terdiri dari lima planet, yakni 62b, 62c, 62d, 62e dan 62f. Sedangkan sistem Kepler-69 hanya terdiri dari dua planet: 69b dan 69c. Tiga di antaranya, kepler-62e, 62f dan 69c, merupakan planet berukuran super-Bumi.

Dua planet super-Bumi ditemukan di seputar bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari matahari. Kepler-62f hanya berukuran 40 persen lebih besar dari Bumi, menjadikannya sebagai planet ekstrasurya yang ukurannya paling dekat dengan planet kita dalam zona layak huni bintang lain. Kepler-62f cenderung memiliki komposisi yang berbatu. Kepler-62e, yang mengorbit di tepi bagian dalam zona layak huni, berukuran sekitar 60 persen lebih besar dari Bumi.


Ukuran relatif semua planet zona layak huni yang baru ditemukan dengan didampingkan dengan Bumi. Dari kiri ke kanan: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi (kecuali Bumi, gambar ini didasarkan ilustrasi artistik). (Kredit: Ames/JPL-Caltech NASA)

Planet ketiga, Kepler-69c, berukuran 70 persen lebih besar dari Bumi, mengorbit dalam zona layak huni di seputar bintang yang mirip dengan matahari kita. Para astronom tidak terlalu yakin mengenai komposisi Kepler-69c, namun dari orbitnya yang memakan waktu 242 hari, planet itu serupa dengan planet tetangga kita, Venus.

Para ilmuwan belum mengetahui apakah ada kehidupan di planet-planet yang baru ditemukan itu, namun temuan mereka ini memberi sinyal bahwa kita sudah selangkah lebih dekat dalam menemukan dunia yang mirip dengan Bumi di seputar bintang seperti matahari kita.

“Pesawat ruang angkasa Kepler sudah pasti berubah menjadi bintang rock-nya dunia sains,” ujar John Grunsfeld, administrator Science Mission Directorate di Markas NASA di Washington, “Penemuan planet-planet berbatu di zona layak huni itu membawa kita sedikit lebih dekat untuk menemukan tempat seperti rumah. Ini hanya masalah waktu sebelum kita mengetahui apakah galaksi adalah rumah bagi banyak planet seperti Bumi, ataukah kita memang langka.”

more...
No comment yet.