Kabar Indonesia
37 views | +0 today
Follow
Your new post is loading...
Your new post is loading...
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Bob Sadino Meninggal Dunia

Satu Harapan: Bob Sadino Meninggal Dunia | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pengusaha eksentrik yang populer dengan seruan-seruannya untuk tidak terl
1harapan's insight:

"Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun - Pengusaha Bob Sadino (80) meninggal dunia di RS Pondok Indah, 10 menit yang lalu," tulis akun twitter radio Sindo Trijaya FM

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Terapi Boron Mampu Mendeteksi Sel Kanker

Terapi Boron  Mampu Mendeteksi Sel Kanker | Kabar Indonesia | Scoop.it

Bertempat di Swiss Bel Hotel, Kuta, Bali, baru-baru ini telah diselenggarakan pertemuan "International Conference Program", dengan judul "Development of Technology and Application of Boron Neutron Capture Cancer Therapy Based on Particle Accelerator Technology".

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Basuki Berharap Cawagub Boleh Pilih Sendiri

Satu Harapan: Basuki Berharap Cawagub Boleh Pilih Sendiri | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan seandain
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Analisis: Pertaruhan Akhir Prabowo?

Satu Harapan: Analisis: Pertaruhan Akhir Prabowo? | Kabar Indonesia | Scoop.it

"Dalam prosedur demokrasi yang beradab, penyelesaian benturan kepentingan politik lazimnya akan mengambil jalan hukum"

1harapan's insight:

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Akhirnya, pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 pun berakhir, setelah sempat diwarnai oleh langkah dramatis capres Prabowo Subianto beberapa jam sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi suara nasional.

Melalui konferensi pers yang dibacakan Prabowo siang kemarin (22/7) di Rumah Polonia, capres no urut 1 itu menyatakan bahwa dirinya menarik diri dari proses Pilpres 2014. "Kami sebagai pengemban mandat suara rakyat, akan menggunakan hak konstitusional kami, yaitu menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum dan menarik dari proses yang sedang berlangsung," kata Prabowo dalam konferensi persnya itu. Pernyataan itu disusul oleh walkout (WO) para saksi kubu Prabowo-Hatta dari ruang sidang KPU.

Tentu saja, pernyataan pers Prabowo dan WO kubunya dari ruang sidang KPU menggegerkan masyarakat. Ini merupakan langkah yang sama sekali tidak terduga, dan belum pernah ada preseden sebelumnya dalam sejarah politik Indonesia. Tidak heran jika langkah itu menimbulkan banyak tanda tanya: apa yang sebenarnya diinginkan Prabowo?

Benar, itu merupakan hak konstitusionalnya. Tetapi apakah bijak? Apakah ini semacam exit strategy lain Prabowo ketimbang mengakui kekalahannya, mengingat hasil perhitungan suara resmi (official count) KPU menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sudah tidak terkejar lagi? Atau ada motif lain, mengingat pertaruhannya sangat besar dan nyaris seperti langkah “bunuh diri politik”. Ada beberapa alasannya.

Pertama, mundurnya kubu Prabowo-Hatta dari proses Pilpres, seperti disebut para pengamat hukum tata negara, sebenarnya tidak akan mempengaruhi sah atau tidaknya keputusan KPU. "Sahnya hasil Pilpres ada pada penetapan KPU dan mekanisme pasca Pilpres tersebut, yakni keberatan atas hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK)," ujar Refly Harunm, pengamat hukum tata negara, kepada KONTAN. Ia menilai, langkah tersebut hanya sebagai bentuk kekecewaan karena kalah dalam Pilpres. "Tak akan ada dampak apapun dari penolakan atau mundurnya Prabowo dari Pilpres kali ini," katanya.

Soal senada disebutkan Amir Syamsuddin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), yang mengkritik sikap Prabowo yang dinilainya mendua. Pada satu sisi, Prabowo mengaku tunduk pada konstitusi, tapi di sisi lain sebagai capres dia justru mengingkarinya dengan menolak proses pelaksanaan Pilpres di KPU. "Saya melihat ada sesuatu yang ambigu. Menyatakan tunduk kepada konstitusi, tapi mengingkari ketentuan yang mengatur Pilpres di UU," jelas Amir seperti dilaporkan oleh detiknews.com. 

Bahkan lebih jauh lagi, kedua, dengan menarik diri dari proses Pilpres, maka kubu Prabowo-Hatta pun terancam akan kehilangan haknya sebagai peserta Pilpres untuk dapat menggugat hasil KPU lewat jalur MK. Padahal jalur gugatan ke MK merupakan opsi satu-satunya yang tersedia sebelumnya bila kubu Prabowo-Hatta merasa proses Pilpres berjalan tidak adil, “cacat hukum” dan penuh praktik-pratik curang yang massif, seperti yang selama ini dituduhkan mereka.

Mungkin opsi melakukan gugatan lewat MK sudah tidak lagi dilihat sebagai pilihan, mengingat jarak perolehan suara antara Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta cukup besar. Dari hasil penetapan rekapitulasi suara resmi oleh KPU semalam, Jokowi-JK meraup 53,15 persen sementara Prabowo-Hatta 46,85 persen dari suara sah Pilpres 2014. Itu artinya selisih 6,30 persen – lebih besar ketimbang hasil hitung cepat yang rata-rata menyebut selisih sekitar 5 persen. Dengan selisih 6,30 persen itu, bisa dibilang kemenangan Jokowi-JK akan sulit dibantah.

Belum lagi soal ketiga: “misteri” ketidakhadiran Hatta Rajasa maupun para petinggi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dalam konferensi pers yang dilakukan Prabowo. Banyak spekulasi berkembang bahwa “koalisi permanen” Merah Putih ternyata tidak tahan lama, seperti sudah diperkirakan sebelumnya.

Konon Hatta Rajasa dan para petinggi PAN (Partai Amanat Nasional) berjanji akan memberikan konferensi pers tersendiri, seusai KPU mengeluarkan ketetapan resmi kemarin. Namun, sampai tulisan ini dibuat, belum ada kepastian soal janji konferensi pers itu. Walau begitu Drajad Wibowo, Wakil Ketua Umum PAN, menyebut bahwa Hatta Rajasa sendiri akan mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Maka absah jika orang mempertanyakan motivasi di balik manuver politik terakhir Prabowo. Bukankah dengan langkah itu ia sedang “berjudi” dan mempertaruhkan seluruh karier politiknya? Bahkan mendorong kontestasi politik yang ada sekarang ke tepi jurang berbahaya, yakni mempertaruhkan masa depan mekanisme dan prosedur demokrasi itu sendiri?

Dari kubu Prabowo sendiri, tidak ada kejelasan mengenai langkah politik apa yang akan diambil. Baik Aburizal Bakrie maupun Mahendradata dari tim hukum Prabowo-Hatta hanya menegaskan tidak akan mengambil jalan gugatan ke MK. Sementara Anis Matta dari PKS hanya menyebut bahwa mereka akan memilih jalan politik. “Kami memilih jalan politik karena kami menilai masalahnya bukan masalah hukum saja, melainkan masalah kepercayaan,” kata Anis (Kompas, 23/7). “Kami tidak percaya pada penyelenggaraan pemilu.”

Tetapi seperti apa wujud “jalan politik” itu, sungguh sangat sulit dibayangkan. Dalam prosedur demokrasi yang beradab, penyelesaian benturan kepentingan politik lazimnya akan mengambil jalan hukum. Di sini, dalam kasus sengketa pemilu, maka satu-satunya alternatif adalah melalui jalur gugatan ke MK. Kecuali jika mau memilih jalan ekstra-konstitusional yang dapat mendorong ketegangan sosial-politik ke titik didih yang sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa.

Di sini dibutuhkan sikap tegas dan kenegarawanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk sungguh-sungguh mendukung sepenuhnya keputusan KPU dan menyelesaikan social distrust antar-kelompok. Sinyal ke arah itu tampaknya sudah diberikan. Tidak lama setelah KPU merampungkan proses rekapitulasi suara nasional Presiden SBY menelepon untuk mengucapkan selamat kepada pasangan Jokowi-JK. “Pak SBY sudah menghubungi saya dan mengucapkan selamat,” kata Jokowi.

Maka kini tugas selanjutnya menanti Presiden SBY maupun Presiden terpilih Jokowi untuk menjembatani jurang perbedaan maupun perasaan ketidakpercayaan sosial (social distrust) yang disebut Anis Matta. Ini sangat diperlukan, agar proses-proses politik tidak berkembang liar sampai Oktober nanti, saat Presiden dan Wakil Presiden terpilih resmi dilantik.

 

Penulis adalah Koordinator Penelitian Biro Litkom-PGI

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Budi Mulya Jalani Sidang Vonis

Satu Harapan: Budi Mulya Jalani Sidang Vonis | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Terdakwa Budi Mulya jalani sidang putusan vonis pada Rabu (16/6) di
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Presiden Terima Pengurus PGI dan KWI

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin siang berturut-turut menerima kun
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Eva: Buktikan Sekarang Prabowo Bisa Buka GKI Yasmin

Eva: Buktikan Sekarang Prabowo Bisa Buka GKI Yasmin | Kabar Indonesia | Scoop.it

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM –  Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Eva Kusuma Sundari meminta agar Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia 2014, Prabowo Subianto memberi bukti bahwa dirinya mampu menyelesaikan masalah yang menimpa Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, tanpa perlu menunggu terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

GKI Yasmin adalah gereja yang jemaatnya terpaksa beribadah di seberang Istana Merdeka, sejak Februari 2012 hingga kini, karena gereja mereka yang terletak di Kota Bogor disegel secara ilegal oleh mantan Wali Kota Bogor, Diani Budiarto.

“Prabowo tidak usah menunggu jadi presiden untuk selesaikan kasus GKI Yasmin, karena partai ataupun kelompok yang selama ini menghalangi penyelesaian kasus itu berada dalam koalisi yang dipimpin Prabowo. Oleh karena itu, dia bisa membuktikannya sekarang, dengan bersama-sama membuka segel gereja itu,” ucap Eva kepada satuharapan.com, saat di hubungi melalui telepon seluler, Rabu (4/6).

Menurut sosok yang aktif mengikuti perkembangan kasus GKI Yasmin itu, Prabowo juga memiliki kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa beberapa gereja di Indonesia.

“Kelompok seperti Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan yang lainnya telah deklarasi mendukung Prabowo jadi presiden. Jadi, saya kira Prabowo mampu buktikan komitmen selesaikan permasalahan gereja sekarang,” kata Eva. 

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Polri: Pilpres Satu Putaran Hemat Rp 200 Miliar

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Asisten Operasi Kapolri Irjen Arif Wachjunadi mengatakan bahwa penyelengg
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

IHSG Melemah Seiring Ketidakpastian Politik

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BE
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Kalau Umur Panjang, Indonesia akan Lihat Presiden Berani

"Saya tidak tahu kapan kita bisa punya presiden yang betul-betul berani menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tapi saya percaya bahwa suatu hari kalau kita umur panjang, Indonesia akan melihat itu. Kita akan punya presiden yang berani," Basuki Tjahaya Purnama.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Dokter Mesir Meninggal di Saudi Akibat MERS

"Tiga warga Mesir meninggal karena terjangkit MERS corona, salah satunya adalah petugas dokter,” kata Kedutaan Besar Mesir di Riyadh, Arab Saudi.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

KPK Tetapkan Sutan Bhatoegana Jadi Tersangka

1harapan's insight:

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan inisial SB ditetapkan sebagai tersangka. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengemukakan hal itu dalam jumpa pers yang digelar di media center KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/5).

Penetapan tersangka terhadap Ketua Komisi VII DPR berinisial SB terkait dalam kasus Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) atas dasar penerimaan hadiah berupa uang yang totalnya belum bisa diumumkan.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

KPK Luncurkan Hasil Survei Pelayanan Publik

KPK Luncurkan Hasil Survei Pelayanan Publik | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Menter
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Ford Kembali Shooting "Star Wars" Setelah Patah Kaki

Satu Harapan: Ford Kembali Shooting "Star Wars" Setelah Patah Kaki | Kabar Indonesia | Scoop.it

Harrison Ford, pada usia yang ke-72 tahun, membuktikan diri betapa ia sosok yang tangguh. Aktor veteran itu mampu mempersiapkan diri kembali ke lokasi pengambilan gambar film fiksi sains Star Wars: Episode VII, lebih cepat dari perkiraan banyak orang, setelah patah kaki bulan lalu.

 

Ford, yang didapuk mengulang memainkan karakter yang membuatnya terkenal, Han Solo, dalam Episode VII ini, terlihat pada Senin (28/7) di Santa Monica, berjalan tanpa balutan gips di bagian kakinya yang patah, bahkan tanpa bantuan kruk, hanya enam minggu setelah mengalami cedera.

 

Ford cedera kaki saat menjalani pengambilan gambar di Inggris 12 Juni lalu. Ironisnya, seperti dilaporkan The Hollywood Reporter, kakinya tertimpa pintu hidraulik “pesawat luar angkasa” milik karakter yang dia perankan.

 

Ford segera diterbangkan ke rumah sakit terdekat setelah insiden yang terjadi di Pinewood Studios, di pinggiran London itu, untuk mendapatkan perawatan. Tiba di pusat medis dia segera menjalani operasi.

 

Juru bicaranya, Ina Treciokas, saat itu merilis pernyataan, "operasi yang dia lakukan berhasil dan ia segera menjalani upaya rehabilitasi. Dia melakukan dengan baik dan berharap segera kembali bekerja."

Awal bulan ini Disney mengumumkan produksi Episode VII akan ditangguhkan dua minggu pada Agustus untuk memberikan waktu sutradara JJ Abrams menjadwal ulang pengambilan gambar. Studio menekankan proses produksi film itu masih bisa mengejar tenggat waktu untuk dirilis pada Desember 2015.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Pernyataan Sikap Membela Pilihan Rakyat

Perkembangan pasca Pilpres tanggal 9 Juli lalu sudah meresahkan masyarakat. Berbagai pemberitaan menunjukan penolakan calon presiden atas hasil perhitungan cepat yang yang sudah diuji dan diterima dalam pemilihan umum yang lalu. Upaya pemutarbalikan fakta sambil disertai klaim kemenangan oleh pihak yang kalah. Dari hal itu tim Jokowi-JK menduga sikap itu merupakan refleksi dan upaya mempengaruhi hasil Pilpres dan tentu mencenderai demokrasi bangsa.

 

Dalam hal itu 49 tokoh-tokoh nasional mengambil sikap "membela pilihan rakyat" yang dihadiri sejumlah tokoh ternama seperti Jendral (purn) Endriartono Sutarto, Romo Franz Magnis Suseno, Pdt Gomar Gultom, Prof. Bagir Manan, Ahmad Syafii Ma'arif, Arifin Panigoro dan tokoh lainya mengambil sikap dengan menanda tangani pernyataan bersama untuk "membela pilihan rakyat" di Posko Gerakan Kemenangan Rakyat, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, (17/7).

 

Peryataan sikap tersebut Abdillah Toha mengatakan, "Kami percaya bahwa KPU telah bekerja dengan baik, netral, dan bersungguh-sungguh. Keputusan KPU harus diterima oleh kedua calon presiden. Kami merasa situasi menuntut kedua calon presiden bersedia bertemu dan menyatakan secara bersama bahwa mereka akan menerima hasil keputusan KPU."

 

Untuk menjaga kondisi yang aman dan damai serta tidak ada kekerasan demokrasi Abdillah Toha menambahkan, "Kami percaya bahwa masyarakat, termasuk kedua calon presiden dan para pendukungnya, akan menjaga kondisi damai dan menolak tindakan kekerasan, dan juga pemerintah dalam hal kenetralan dan keamanan serta profesional dalam menjaga ketertiban umum." Tegas Abdillah dalam pernyataan sikapnya.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Koalisi Masyarakat Sipil dan KPK Bahas Kecurangan Pilpres

Satu Harapan: Koalisi Masyarakat Sipil dan KPK Bahas Kecurangan Pilpres | Kabar Indonesia | Scoop.it
1harapan's insight:

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) yang terdiri dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membahas tentang praktik kecurangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014. KMS yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB untuk konsolidasi dan konsultasi bersama dengan KPK dalam rangka memberikan dukungan terhadap KPK terkait dengan Pilpres 2014.

Koalisi Masyarakat Sipil menemukan adanya dugaan politik uang untuk memanipulasi hasil suara serta adanya praktik intimidasi yang terjadi di sejumlah daerah diantaranya Karawang dan Bangkalan. Hal tersebut disampaikan Haris Azhar usai bertemu dengan perwakilan pimpinan di gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (15/7).

Kedatangan para aktivis yang terdiri dari Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar, Romo Benny Susetyo, Koordinator Migrant Care Anis Hidayah dan sejumlah aktivis lainnya memberikan dukungan terhadap KPK dalam langkah mengawal Pilpres 2014 dari praktik-praktik kecurangan.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Seruan PGI-KWI: Tetap Tenang Menunggu Definitif Pemenang Pilpres

Satu Harapan: Seruan PGI-KWI: Tetap Tenang Menunggu Definitif Pemenang Pilpres | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferens
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Hasil Kesehatan Capres-Cawapres Diputuskan Jumat Malam

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Rapat pleno untuk memutuskan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap dua pas
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Inilah Visi Misi Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta

1harapan's insight:

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Dua pasangan Bakal Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) untuk menjadi peserta Pemilu Presiden 2014, yang akan diselenggarakan 9 Juli mendatang. Mereka adalah Ir. H. Joko Widodo yang berpasangan dengan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK), serta Prabowo Subianto nan berduet bersama M. Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta).

Dalam proses pendaftaran yang telah dilaksanakan, kedua pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 turut menyerahkan dokumen visi dan misi nan akan diusung dalam Pemilu Presiden 2014, dokumen tersebut merupakan salah satu persyaratan yang diberikan KPU-RI.

Dokumen visi dan misi tersebut telah diunggah KPU-RI ke dalam situs kpu.go.id. Berikut visi dan misi yang akan diusung oleh kedua pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014

Pasangan Jokowi-JK memiliki visi yaitu: Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Selanjutnya, upaya untuk mewujudkan visi itu akan ditempuh melalui tujuh misi, yaitupertama, mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan, kedua, mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum, danketiga, mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Untuk misi yang keempat, pasangan Jokowi-JK ingin mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera, kemudian nan kelima, mewujudkan bangsa yang berdaya saing, keenam mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, dan terakhir, mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Pasangan pertama yang mendaftarkan diri ke KPU-RI sebagai Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014  ini juga menyampaikan sembilan agenda prioritas, yakni pertama, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, kedua, membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dan ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Berikutnya nan keempat, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya, kelima, meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia, serta keenam, meningkatkan produktivitas rakyatdan daya saing di pasar internasional.

Tidak ketinggalan agenda ketujuh prioritas pasangan ini yaitu, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, kedelapan, melakukan revolusi karakter bangsa, dan yang terakhir, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Pasangan Prabowo-Hatta yang mendaftarkan diri sebagai Calon Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 pada hari terakhir jadwal yang telah ditetapkan KPU-RI, Selasa (20/5), juga menyampaikan dokumen visi dan misi kepada KPU-RI.

Dalam dokumen yang disampaikan, pasangan Prabowo-Hatta memiliki visi, membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat.

Untuk itu pasangan Prabowo-Hatta mengamban tiga misi, pertama, mewujudkan negara kesatuan republik indonesia yang aman dan stabil, sejahtera, demokratis, dan berdaulat, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan pancasila dan UUD 1945, kedua, mewujudkan indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan mandiri, dan yang ketiga, mewujudkan indonesia yang berkeadilan sosial dengan sumber daya manusia yang berakhlak, berbudaya luhur, berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif, dan trampil.

Demi terealisasinya visi dan misi itu, pasangan Prabowo-Hatta bertekad bulat bersama rakyat melaksanakan delapan agenda dan program nyata untuk menyelamatkan indonesia, yang dijabarkan sebagai berikut, pertama, membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, kedua, melaksanakan ekonomi kerakyatan, dan ketiga, membangun kembali kedaulatan pangan, energi, dan sumber daya alam.

Lalu yang keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan, kelima, meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama, budaya, dan olahraga, serta keenam, mempercepat pembanguan infrastruktur .

Tidak ketinggalan agenda dan program aksi nyata yang ketujuh, yaitu menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, dan yang terakhir, membangun pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas korupsi, dan efektif melayani.

Dokumen visi dan misi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 dapat diunduh pada link ini:

1. Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
2. Prabowo Subianto dan M. Hatta Rajasa 

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Keluarga Korban Mei 1998 akan Terus Tuntut Keadilan

Ruyati Darwin, ibu dari Eten Karyana yang menjadi korban kebakaran di Jogja Plaza Mei 1998 bertekad akan terus menuntut keadilan meski 16 tahun telah berlalu sejak reformasi.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

SatuHarapan.Com: Ibu Korban Mei 1998: Apa Salah Anak Saya?

"Apa salah anak saya? Apa salah mereka yang dibakar?"

1harapan's insight:

“Apa salah anak saya? Apa salah mereka yang dibakar? Mereka tidak berdosa! Kenapa ini harus terjadi?” demikian Ruyati Darwin berseru sambil terisak ketika memberikan testimoni tentang kebakaran di Jogja Plaza (sekarang Mall Klender), Mei 1998, yang telah merenggut nyawa putra sulungnya, Eten Karyana.

more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Bhatoegana Tersangka, SBY Pusing Koalisi

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia
more...
No comment yet.
Scooped by 1harapan
Scoop.it!

Satu Harapan: Edy Prasetyono: Pertahanan Nasional Belum Maksimal

Satu Harapan: Edy Prasetyono: Pertahanan Nasional Belum Maksimal | Kabar Indonesia | Scoop.it
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, peningkatan prestasi dalam hal
more...
No comment yet.